— a valentine’s gift for Kavaselo
Disclaimer : — Saduran dari, “Daylight” karya Taylor Swift.
Written by Ethio Zan.
Bejatnya ikatan kasih tak kalah juga dengan seisi kota nang jauh dari kata suci. Besar hati pun akan mengempis, jika insan-insan itu menyucukkan celoteh pada kalbu. Dan kebetulan, mereka itu ahli. Dunia bak monokrom—film jadul tahun 50-an. Aku pun ikut terhisap, bersenandung tawa apabila dalang menyuruhku. Dalam sanubari pun t’lah terukir rak-rak berisi ensiklopedi, manual perbincangan sehari-hari. Tidurlah atma ini, tidur, jika tak diperlu lagi.
Namun, tak sengaja aku bergaul dengan terang. Semakin dekat, tertoreh sinarnya. Bayang monokromku menjadi emas. Tak sudi lagi aku tidur lewati dekade, ketika aku t’lah bertemu terang. Terbakar hirap semua manual tawa, dan dongeng tak bertuan, ketika aku t’lah bertemu terang.
Aku mencintai terang itu. Ku cumbu saat bulan memanggil, menggandeng pisah. Pun sekarang tak lagi tercipta gelap, hingga ku buang jubah dan keris, tak perlu bela diri lagi. Bayangku kini t’lah hangat, bukan karena terbakar api dosa, tapi diselimuti oleh terang.
(N.) ; Happy Valentine’s Day, Kavaselo! Gua sangat-sangat beruntung bisa ngerayain valentine kali ini bareng lo, Sel. Siapa sangka bisa ketemu makhluk random yang bisa bikin hari-hari gua gak ngebosenin lagi??? Kayak, lo bener-bener nyinarin hidup gua seperti sinar ultrafeng. Dari tingkah lo yang gak ketebak, lawakan lo yang receh (tapi berhasil bikin gua ketawa), sampai kata-kata manis lo itu, semuanya gua suka. Makanya lagu Daylight ini gua pikir-pikir sangat mencerminkan kisah kita wkwkwk. I hope you like it, Sel. Maaf kalau tulisannya cringe. Please know that I feel lucky to have you as mine, also my love && adoration for you will endlessly grow.