— A story of a depressed college student.
Written by Ethio Zan-Halevy.
TW! — Su!c!de, Depression.
Disclaimer: Plot cerita tidak ada hubungannya dengan Taesan maupun BoyNextDoor, hanya digunakan sebagai visualisasi karakter. Semua yang tertulis disini bersifat fiksi dan merupakan karya orisinil milik saya sendiri.
ㅤSetiap badai menengok, aku selalu terseok. Jenaka, hidupku sungguh jenaka. Bagai seutas benang rapuh aku melayang dibawa angin tak diundang. Mungkin mereka tertawa terpingkal-pingkal di bawah sana selagi aku melayang bebas. Mungkin tawa mereka semakin keras ketika ranting pohon yang kejam mengoyak tubuhku saat aku tersangkut. Sakit. Hidup sebagai benang rapuh itu menyakitkan. 20 tahun, seiring berjalannya waktu, aku semakin tipis, semakin tidak ada nilainya. Ah—kupikir—siapa yang menginginkan benang rapuh sepertiku?
ㅤAku selalu berkelana tanpa tujuan, hanya dibelai tangisan awan. Lampu jalanan menjadi musuhku, menghilangkan jejak jalan pulang. Walau sayup-sayup ku dengar dari ujung sana, *“Ethio, ayo pulang...”*
ㅤDengan sigap, suara-suara lain menyusup kepalaku,
ㅤㅤ*“Ga becus lo!”*
*ㅤㅤ“Ethio, di sini ga ada yang suka sama lo!”*
*ㅤㅤ“Oh, Ethio si penjilat itu?”*
ㅤSeperti itulah atmaku ditelan kebisingan yang suram. Bising, hidupku bising. Aku tidak suka. Karena itu, suara Bunda lama kelamaan semakin sayup, hingga kini sudah tak terdengar lagi. Aku tinggal jauh dari Bunda, kami berpisah kota. Di malam yang hening seperti ini, aku merindukan suara lembutnya, juga rindu belaian hangatnya. Sesak sekali. Pengganti Bunda semuanya kasar.